Friday, 16 March 2012

Mazhab-Mazhab Penafsiran Al Quran


Kitab tafsir yang ada hingga saat ini cukup banyak jumlahnya. Sejak masa Nabi Muhammad SAW sampai dengan masa tabiin, tidak ada kitab tafsir yang ditampilkan, kecuali Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn Abbas (berisi kumpulan tafsir Ibnu Abbas) yang dihimpun oleh Abi Tahir Muhammad bin Ya'qub asy-Syairazy asy-Syafi'i. Penulisan kitab tafsir sendiri mencapai puncaknya pada abad ke-7 hingga abad ke-9 Hijriyah. Masa ini adalah masa yang disebut Asr at-tadwin (masa penulisan dan penyusunan kitab tafsir). Namun, tingkat pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki para sahabat menyebabkan adanya perbedaan dalam penafsiran terhadap ayat-ayat Alquran. Ditambah dengan pertentangan teologis yang terjadi di kalangan para sahabat dan tabiin. Pada akhirnya, itu mendorong terbentuknya mazhab-mazhab penafsiran Alquran dalam perkembangan pelbagai literatur tafsir.

Berdasarkan aliran dan corak penafsiran yang digunakan mufasir (ahli tafsir), kitab tafsir dapat dikelompokkan dalam empat jenis. Pertama, kitab tafsir riwayat (at-tafsir al-ma'tsur), yaitu kitab yang penafsirannya didasarkan atas penjelasan ayat Alquran, penjelasan hadis Rasulullah SAW, atau para sahabatnya. Kitab tafsir yang termasuk dalam kelompok ini adalah kitab yang ditulis pada abad ke-7 sampai abad ke-9 Hijiriyah. Kedua, kitab tafsir dirayah (tafsir bi ar-ra'yi), yaitu kitab yang penyusunannya banyak menggunakan pendapat akal atau hasil ijtihad. Kitab jenis ini cukup banyak jumlahnya. Beberapa yang terpenting ialah Mafatih al-Gaib, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta'wil, Madarik at-Tanzil wa Haqa'iq at Ta'wil, Lubab at-Ta'wil fi Ma'ani at-Tanzil, al-Bahr al-Muht, Gara'ib Alquran wa Raga'ib al-Furqan, Tafsir Jalalain, as-Siraj al-Munir fi al-I'anah ala Ma'rifah ba'd Ma'ani Kalam Rabbina al-Hakim al-Khabir, Irsyad al-'Aql as-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim, dan Ruh al-Ma'ani fi Tafsir Alquran al-Azim wa as-Sab'i al-Masani. Ketiga, kitab tafsir ayat ahkam, yaitu kitab yang khusus menerangkan penafsiran ayat-ayat hukum dalam Alquran. Misalnya, kitab tafsir Ahkam Alquran karya Abu Bakar Ahmad bin Ali ar-Razi al-Jassas, Ahkam Alquran karya Ali bin Muhammad at-Tabari, al-Iklil fi Istinbat at-Tanzil karya as-Suyuti, al-Jami' li Ahkam Alquran karya Muhammad bin Ahmad bin Farhi al-Qurtubi, Kanz al-Irfan karya Miqdad bin Abdullah as-Sayuri, dan as-Samarat al-Yani'ah karya Yusuf bin Ahmad as-Sulasi. Keempat, kitab tafsir isyari atau lebih dikenal dengan tafsir sufi, yaitu kitab yang penyusunnya menggunakan makna batin atau makna yang tersirat dari ayat-ayat Alquran.

Beberapa karya tafsir yang termasuk kategori tafsir sufi adalah kitab tafsir Haqa'iq at-Tafsir karya Abu Abdurrahman as-Sulami, Al-Kasyf wa al-Bayan karya Ahmad bin Ibrahim an-Naisaburi, Tafsir Ibn Arabi karya Ibnu Arabi, dan Ruh al-Ma'ani fi Tafsir Alquran al-Azim wa as-Sab'i al-Masani karya Syihabuddin Mahmud al-Alusi. Selain keempat jenis kitab tafsir ini, dikenal pula beberapa kitab tafsir yang ditulis oleh kalangan Muktazilah dan Syiah. Kitab tafsir yang terkenal dari kalangan Muktazilah adalah Tanzih Alquran 'an al-Mata'in karya Abdul Jabbar bin Ahmad al-Hamdani, Amali asy-Syarif al-Murtada karya Ali bin Ahmad al-Husain, dan Al-Kasysyaf 'an Haqa'iq at-Tanzil wa Uyun al-Aqawil atau Al-Kasysyaf karya Abu Kasim Mahmud bin Umar az-Zamakhsyari. Sedangkan, beberapa kitab tafsir dari kalangan Syiah adalah Tafsir al-Askari karya Hasan bin Ali al-Hadi, Majma' al-Bayan li Ulum Alquran karya Fadl bin Hasan at-Tubrusi, dan Asy-Syafi fi Tafsir Alquran karya Muhammad bin Syah Murtada al-Kasyi. Karya Tafsir Populer.

Namun, dari semua karya tafsir yang banyak jenisnya itu, kitab tafsir utama adalah yang paling banyak beredar dan populer di kalangan umat Islam dan dipergunakan sebagai rujukan umum. Kitab tafsir utama ini cukup banyak jumlahnya. Setidaknya, ada 24 karya tafsir yang masuk dalam kategori kitab tafsir utama. Karya tafsir populer tersebut sebagai berikut. Jami' al-Bayan fi Tafsir Alquran atau Tafsir at-Tabari disusun oleh Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Tabari. Kitab ini terdiri atas 30 jilid. Tafsir at-Tabari sangat terkenal di kalangan mufasir yang datang sesudahnya karena kitab tersebut menjadi rujukan pertama, terutama dengan adanya penafsiran naqli (berdasarkan Alquran dan hadis Rasulullah SAW). Kitab tafsir Bahr al-Ulum karya Abu al-Lais Nasr bin Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim as-Samarqandi, ahli fikih Mazhab Hanafi yang terkenal dengan panggilan Imam al-Huda. Ada tiga naskah Bahr al-Ulum. Satu naskah terdiri atas tiga jilid dan terdapat di Dar al-Kutub al-Misriyyah (Mesir). Dua naskah lainnya masing-masing terdiri atas dua dan tiga jilid serta terdapat di perpustakaan Universitas Al-Azhar. Al-Kasyf wa al-Bayan 'an Tafsir Alquran disusun oleh As-Sa'labi atau Abu Ishaq Ahmad bin Ibrahim as-Sa'labi an-Naisaburi. Kitab ini terdiri atas beberapa jilid. Namun, hingga kini, hanya jilid pertama sampai dengan jilid keempat yang dapat ditemui di perpustakaan Al-Azhar.

Ia menafsirkan Alquran berdasarkan riwayat para sahabat dan ulama salaf disertai dengan sanad secara singkat. Ma'alim at-Tanzil ditulis oleh Abu Muhammad al-Husain bin Masud bin Muhammad al-Farra' al-Bagawi. Selain dalam bidang tafsir, ia adalah ulama terkemuka dalam bidang fikih dan hadis. Tafsir ini merupakan tafsir sederhana yang hanya terdiri atas satu buku. Al-Muharrir al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz disusun oleh Ibnu Atiah atau Abu Muhammad Abdul Haqq bin Galib bin Atiah al-Andalusi al-Magribi al-Garnati. Karya Ibnu Atiah ini masih berbentuk manuskrip dan terdiri atas 10 jilid dan yang tersimpan di Dar al-Kutub al-Misriyyah (Mesir). Saat ini, karya tersebut hanya terdiri atas empat jilid (jilid tiga, lima, delapan, dan 10). Untuk mendukung penafsirannya, Ibnu Atiah mengemukakan contoh penggunaan kata dalam sastra Arab disertai uraian yang berhubungan dengan nahu, kiraah, dan arti kata. Tafsir Alquran al-Azim disusun oleh Ibnu Kasir. Kitab ini merupakan kitab tafsir riwayat yang sangat populer dan dipandang sebagai kitab tafsir terbaik kedua setelah kitab tafsir at-Tabari. Ibnu Kasir menafsirkan ayat Alquran berdasarkan hadis Nabi SAW yang dilengkapi dengan sanad dan sedikit penilaian terhadap rangkaian sanad hadis.

Al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir Alquran disusun oleh as-Sa'alibi atau Abu Zaid Abdurrahman bin Muhammad bin Makhluf as-Sa'alibi al-Jaza'iri al-Magribi al-Maliki, seorang penganut Mazhab Maliki. Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab tafsir Ibnu Atiah disertai dengan beberapa tambahan yang diambil dari tafsir-tafsir ulama sebelumnya. Ad-Durr al-Mansur fi at-Tafsir al-Ma'tsur karya as-Suyuti terdiri atas enam jilid. Ia menyebutkan, kitab tafsir ini berisi penafsiran Rasulullah SAW. Di dalamnya, terdapat sepuluh ribu hadis, baik yang marfu' maupun yang mauquf (yang disandarkan kepada sahabat). Uraian dalam tafsir dikaitkannya pula dengan masalah kebahasaan, seperti i'rab, balagah, dan badi' (keindahan susunan kata Alquran). Mafatih al-Gaib disusun oleh Fakhruddin ar-Razi. Kitab ini terdiri atas delapan jilid. Kedelapan jilid tersebut pada hakikatnya tidak disusun seluruhnya oleh ar-Razi. Menurut Ibnu Qadi (ahli tafsir), ar-Razi tidak pernah menyusun tafsirnya itu secara lengkap dari awal hingga akhir, melainkan dilakukan oleh beberapa mufasir lain. Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta'wil adalah kitab tafsir yang disusun oleh Abdullah bin Umar al-Baidawi. Dalam kitab ini, al-Baidawi mengombinasikan tafsir dan takwil sesuai dengan kaidah bahasa Arab.

Dalil yang ditetapkannya didasarkan atas kaidah ahlusunnah waljamaah. Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab tafsir az-Zamakhsyari. Lubab at-Ta'wil fi Ma'ani at-Tanzil disusun oleh Imam Abdullah bin Muhammad yang terkenal dengan nama al-Khazin. Kitab ini ditulis dengan redaksi yang sederhana sehingga mudah dipahami. Dalam penafsirannya, al-Khazin menggunakan beberapa riwayat dan cerita untuk memperkuat argumentasinya serta tidak lupa mencantumkan sumbernya. Madarik at-Tanzil wa Haqa'iq at-Ta'wil disusun oleh al-Alim az-Zahid Abdullah bin Ahmad an-Nasafi. Tafsir ini bentuknya lebih ringkas dan lebih sederhana dari kitab tafsir yang lain. Di dalamnya, dijelaskan segi-segi i'rab dan kiraah suatu ayat. Di samping itu, dijelaskan juga keindahan balagah-nya. Gara'i Alquran wa Raga'ib al-Furqan disusun oleh Nizamuddin al-Hasan Muhammad an-Naisaburi. Keistimewaan kitab tafsir ini terletak pada pembahasannya yang sistematis serta dilengkapi dengan susunan redaksi yang mudah dipahami. Pembahasan penafsiran dalam kitab ini difokuskan pada dua hal, yaitu kiraah dan makna yang tersirat (isyari). Dalam tafsir ini, diuraikan juga secara lebih dalam hal-hal yang berhubungan dengan persoalan kalam (teologi), kauniyah (alam semesta), dan filsafat serta tasawuf.

Tafsir Jalalain disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuti. Kitab tafsir ini terdiri atas dua jilid. As-Siraj al-Munir fi al-I'anah ala Ma'rifah Ba'd Ma'ani Kalam Rabbina al-Hakim al-Khabir atau as-Siraj al-Munir karya Syamsuddin Muhammad bin Muhammad asy-Syarbini. Kitab tafsir ini banyak menerangkan masalah kiraah, i'rab, dan hadis. Asy-Syarbini juga mengemukakan munasabah antara ayat dan ayat, masalah fikih, dan riwayat isra'iliyyat. Dalam penafsirannya, ia banyak mengikuti penafsiran Fakhruddin ar-Razi. Irsyad al-Aql as-Salim ila Mazaya al-Kitab as-Salim disusun oleh Abu Su'ud bin Muhammad al-Amidi. Kitab tafsir ini menekankan masalah kebahasaan dan kemukjizatan Alquran dari segi munasabah antara ayat dan kiraah, dan hal-hal yang berkaitan dengan kaidah bahasa Arab. Riwayat isra'iliyyat dan masalah fikih kurang ditampilkan dalam kitab tafsir ini. Ruh al-Ma'ani fi Tafsir Alquran al-Azim wa as-Sab'i al-Masani disusun oleh Syihabuddin Mahmud al-Alusi. Masalah yang ditonjolkan dalam kitab tafsir ini berkaitan dengan masalah kauniah, nahu, fikih, kiraah, munasabah antara ayat dan ayat, dan sebab turunnya ayat. Al-Kasysyaf an Haqa'iq at-Tanzil wa Uyun al-Aqawil atau al-Kasysyaf disusun oleh az-Zamakhsyari terdiri atas empat jilid. Kitab tafsir ini sangat menekankan aspek balagah. Majma' al-Bayan bi 'Ulum Alquran disusun oleh Abu Ali a-Fadl bin Hasan bin Fadl atau yang lebih dikenal dengan at-Tabarsi. Kitab ini terdiri atas 10 jilid. Dalam setiap surat, dikemukakan bahwa tempat surat itu diturunkan dan perbedaan jumlah ayatnya dan kiraahnya. Di samping itu, dikemukakan pula masalah persoalan kebahasaan, hukum, dan takwilnya. Ditampilkan pula persoalan sebab turunnya ayat. Tanzih Alquran an al-Mata'in karya Abdul Jabbar bin Ahmad al-Hamdani, seorang mufasir Muktazilah. Kitab tafsir ini dimulai dengan penafsiran surat Alfatihah sampai dengan surat Annas. Penafsiran didasarkan atas kelompok ayat yang mengandung satu masalah. Penjelasannya menyangkut masalah susunan bahasa Alquran dan masalah yang tidak sesuai dengan akidah Muktazilah.

Gurar al-Fawaid wa Durar al-Qala'id bi al-Muhadarat disusun oleh Abu Qasim Ali at-Tahir Abu Ahmad al-Husain. Kitab tafsir ini merupakan kumpulan ceramah yang disampaikan oleh al-Murtada as-Sarif dalam berbagai forum pertemuan yang mengkaji masalah tafsir, hadis, dan bahasa. Kitab ini hanya mencakup penafsiran sebagian ayat yang kebanyakan berkaitan dengan akidah. Sang penulis mengutamakan penafsiran ayat yang mendukung dan sesuai dengan akidah Muktazilah yang dianutnya. Al-Bahr al-Muhit disusun oleh Asiruddin Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Ali bin Hayyan yang terdiri atas delapan jilid. Kitab ini dipandang sebagai referensi pertama dan terpenting yang berkaitan dengan masalah nahu. Kitab ini juga memaparkan perbedaan pendapat para ulama nahu tentang suatu masalah. Dalam kitab tafsir ini, juga dijelaskan sebab turunnya ayat, nasikh dan mansukh, masalah kiraah, dan aspek balagah-nya. Selain itu, dikemukakan masalah hukum yang terkandung dalam ayat-ayat ahkam (hukum). Tafsir Alquran disusun oleh Sayid Abdullah Alawi, seorang penganut Syiah Imamiah. Kitab tafsir ini menampilkan berbagai uraian yang sesuai dengan prinsip dan ajaran Syiah Imamiah. Kitab ini juga menjelaskan masalah teologi, balagah Alquran, lafal-lafalnya, dan aspek tata bahasa yang terdapat di dalamnya.At-Tafsir al-Munir fi al-Aqidah wa asy-Syari'ah wa al-Manhaj disusun oleh Wahbah az-Zuhaili. Kitab ini merupakan karya mufasir mutakhir yang terdiri atas 32 jilid. Uraian kitab tafsir ini lebih komprehensif, baik dari segi akidah, syariat, maupun fikih. 

0 komentar:

Post a Comment

Terimah Kasih Telah Berkunjung Ke blog yang sederhana ini, tinggalkan jejak anda di salah satu kolom komentar artikel blog ini!

 
Copyright © . Hukum Zone - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger