Saturday, 11 August 2012

Inilah Makna dan Pengertian I'tikaf


Secara bahasa  i’tikaf berasal dari kata  ‘’akafa-ya’kufu-ukufan’’  yang berarti  tetap pada sesuatu. 

Menurut Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam Fadhilah Ramadhan, i’tikaf adalah berdiam di dalam masjid  dengan niat i’tikaf.
    
Menurut Sayyid Sabiq dalam Fikih Sunnah, i’tikaf adalah menetap di suatu tempat dan berdiam diri tanpa meninggalkan tempat itu, baik untuk melakukan amal kebaikan maupun kejahatan. 


Allah SWT berfirman, ‘’(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, ‘’Patung-patung apakan ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?’’  (QS Al-Anbiya [21]:52).
    
Sayyid Sabiq menjelaskan, maksud  dari ayat di atas, mereka menetap di tempat itu dengan tujuan beribadah kepada patung-patung itu. Namun, kata dia, i’tikaf yang dimaksud dalam ajaran Islam adalah menetap dan tinggal di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
    
Sedangkan menurut Al-Kubaisi, secara bahasa i’tikaf bermakna: menetap, mengurung diri, atau terhalangi.  Allah SWT berfirman: ‘’… tetapi janganlah kamu campuri mereka itu (istri-istri), sedang kamu menetap dalam masjid (ber’itikaf)…’’ (Al-Baqarah [2]: 187).
Al-Marghainani mendefinisikan i’tikaf dengan menetap dalam masjid yang disertai puasa dan niat i’tikaf. Menurut Muhammad bin Faramuz, i’tikaf adalah menetapnya seorang laki-laki  dalam masjid, sendirian atau berjamaah, atau menetapnya seorang perempuan dalam rumahnya (ruangan khusus) dengan niat i’tikaf. 


Sumber: ramadhan.republika.co.id

0 komentar:

Post a Comment

Terimah Kasih Telah Berkunjung Ke blog yang sederhana ini, tinggalkan jejak anda di salah satu kolom komentar artikel blog ini!

 
Copyright © . Hukum Zone - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger